Canggih! Lampu Ini Bisa Setel Musik Hingga Jadi CCTV

http://images.detik.com/content/2015/01/06/317/sengledbulbs645x383640x380.jpg

Jakarta – Di era yang serba canggih seperti saat ini, benda apa saja bisa menjadi pintar. Termasuk lampu pijar pintar yang diperkenalkan dalam ajang Consumer Electronics Show 2015 di Las Vegas, Amerika Serikat.

Sebenarnya lampu pijar pintar semacam ini bukan menjadi hal yang baru lagi. Perusahaan elektronik seperti Philips pun sudah lebih dahulu punya produk sejenis.

Bagi yang belum tahu bagaimana fungsi lampu tersebut, lampu ini sebenarnya punya bentuk yang tak jauh berbeda dengan lampu pijar pada umumnya. Hanya saja, lampu-lampu ini dapat dikontrol penggunanya melalui smartphone.

Di beberapa model, lampu tersebut juga dapat dikontrol untuk memancarkan warna cahaya yang berbeda tergantung dari mood dan suasana. Nah, di ajang CES 2015 sebuah perusahaan bernama Sengled mengungkapkan lampu pijar LED pintar yang punya fitur unik nan canggih.

Dikutip detikINET dari Ubergizmo, Selasa (6/1/2015), sedikitnya Sengled memperkenalkan empat varian lampu pijar pintar terbarunya, yakni Pulse, Pulse Solo, Boost, dan Snap. Masing-masing dari keempat lampu itu punya fitur dan kemampuan yang membuatnya berbeda dari lampu pijar pintar yang sebelumnya sudah beredar.

Varian yang pertama, Pulse dan Pulse Solo punya kemampuan memutar musik. Kedua lampu ini dibekali dengan speaker wireless JBL Bluetooth dan cocok dengan sebagian besar jenis soket yang ada di rumahan.

Baik Pulse maupun Pulse Solo tersedia dalam varian warna yang berbeda. Hanya saja, Pulse memiliki ukuran lebih besar dari Pulse Solo, dimana Pulse punya ukuran 1,75 inch dan Pulse Solo berukuran 1,07 inch.

Varian Boost punya fitur yang tak kalah menarik. Tak hanya berfungsi sebagai lampu pijar biasa, Boost juga berfungsi sebagai penguat sinyal WiFi. Lampu jenis ini mungkin bisa berguna bagi Anda yang di rumah atau di kantornya punya masalah dengan pemancar WiFi yang lemah.

Varian terakhir yang meramaikan lini seri lampu pijar pintar Sengled adalah Snap. Lampu pijar LED ini sepertinya bakal jadi produk andalan karena dilengkapi dengan kamera IP, microphone, dan juga speaker. Fungsi yang cukup bagus, karena tak hanya memancarkan cahaya saja, lampu ini juga bisa berfungsi sebagai CCTV.

Belum tahu apakah Sengled akan merilis produknya secara global atau hanya di kawasan tertentu saja. Yang jelas, bagi Anda yang berminat membelinya, Pulse dibanderol dengan harga kisaran USD 79,99 hingga USD 169,99, Pulse Solo dibanderol USD 59,99, dan Boost cukup dibanderol dengan harga USD 49,99. Sayangnya, belum ada keterangan dari Sengled mengenai banderol harga Snap.

sumber : detik.com

Facebook Mulai Ditinggal Anak Muda

http://images.detik.com/content/2014/12/22/398/fbmessenger.jpg

Jika dahulu Facebook begitu tenar di kalangan anak muda, namun belakangan pamor itu kian meredup. Seiring bertambahnya umur, anak muda yang beranjak remaja itu pun mulai beralih ke social media lain seperti Twitter.

Dari sebuah survei terbaru di Amerika Serikat, pengguna Facebook yang ada di rentang usia 13-17 tahun mulai mengalami penurunan. Dari 94% di tahun 2013 lalu, turun menjadi 88% hingga akhir 2014 ini.

Seperti detikINET kutip Mashable, Senin (22/12/2014), turunnya pengguna Facebook bisa disebabkan berbagai faktor. Misalnya soal kebijakan terkaitprivasi, keamanan, rasa bosan dan ingin mencoba beralih ke sosial media lainnya.

Facebook juga dianggap tak lagi menarik bagi para pengguna dari kalangan anak muda karena banyak orang tua yang juga memiliki akun Facebook. Faktor ini juga turut memicu pengguna muda yang tak mau diawasi.

Sementara di saat yang bersamaan, pengguna Twiitter belakangan justru mengalami pertumbuhan meskipun tak terlalu signifikan. Di 2013 lalu, Twitter punya 46% pengguna di rentang usia yang sama dengan Facebook. Angka itu tumbuh menjadi 48% di 2014.

sumber : detik.com

Facebook Minta Maaf Soal Fitur Tapak Tilas

http://images.detik.com/content/2015/01/03/398/090137_fbyear.jpg

Fitur tapak tilas akhir tahun Facebook tampaknya tidak berjalan semulus yang diperkirakan. Fitur yang diperuntukkan guna mengenang berbagai momen yang terjadi sepanjang tahun itu nyatanya tidak berkenan bagi beberapa penguna.

Salah satu pengguna komplain setelah mendapati Facebooknya secara otomatis menayangkan fitur ‘Year in Review‘, yang mana memunculkan kenagan buruk dengan putrinya.

Aplikasi tersebut menyusun foto-foto pengguna di tahun 2014 dan menambahkan keterangan gambar, ‘It’s been a great year! Thanks for being a part of it‘.

Hal itulah yang ternyata menyebabkan seorang konsultan web desain dan penulis Eric Meyer syok dan sedih ketika melihat Year in Review pada akun Facebook miliknya. Pasalnya, Meyer baru saja kehilangan sang putri akibat kanker otak.

“Bagi kita yang hidup dalam bayang-bayang kematian orang yang kita cintai, menghabiskan waktunya di rumah sakit, bercerai, atau mungkin kehilangan pekerjaan adalah satu dari sekian banyak krisis yang mungkin tidak ingin kita lihat lagi dalam setahun terakhir,” ujar Meyer dikutip detikINET dari The Hollywood Reporter, Sabtu (3/1/2015).

Akibat kejadian ini pihak Facebook pun melayangkan permintaan maaf. Jonathan Gheller, Product Manager aplikasi Year in Review mengatakan kepada Washington Post jika ia atas nama perusahaan meminta maaf jika fitur itu menyakiti pengguna.

“Aplikasi ini sebenarnya sangat bagus bagi kebanyakan orang, namun dalam kasus ini jelas kami lebih banyak membawa kesedihan bagi dia ketimbang kebahagiaan,” ujar Gheller.

sumber : detik.com

Menkominfo: Mau Sampai Kapan Internet Indonesia Lelet?

http://images.detik.com/content/2015/01/02/328/ra46.jpg

ndonesia memang masih menyimpan banyak pelanggan 2G. Namun kehadiran 4G tak lagi bisa ditampik jika internet lelet di Indonesia ingin segera diakhiri.

Menurut Menkominfo Rudiantara, perlahan tapi pasti, infrastruktur 4G di Indonesia terus dibangun demi menghadirkan layanan internet yang lebih baik.

“Kalau kita tidak lakukan, kita akan lama mengejar broadband. Nanti internet leletnya berkepanjangan. Kita inginnya internet lelet segera habis,” kata Chief RA — sapaan menkominfo — saat ditemui di kantor Wakil Presiden Jusuf Kalla, Jumat (2/1/2015).

Komersialisasi 4G LTE saat ini sudah digelar oleh tiga operator besar — Telkomsel, XL Axiata dan Indosat — di rentang frekuensi 900 MHz.

Selanjutnya, pada tahun 2015, menkominfo menjanjikan bakal membuka izin 4G untuk frekuensi 1800 MHz bagi empat operator, dengan tambahan Hutchison Tri.

“Hanya harus dilakukan realokasi frekuensi dulu. Kita sepakat dulu bagaimana realokasi frekuensi setelah itu kebijakannya bakal dikeluarkan pemerintah,” lanjut Chief RA.

Kuartal pertama, pemerintah akan mengeluarkan kebijakan 4G LTE di frekuensi 1.800 MHz. Sementara untuk eksekusinya tergantung kepada kecepatan operator melakukan realokasi

“Karena masing-masing operator berbeda posisinya,” pungkas menteri.

Di 900 MHz, layanan 4G untuk Telkomsel, XL dan Indosat cuma disokong dengan frekuensi selebar 5 MHz. Alhasil, kecepatannya belum maksimal karena lebar pita frekuensi ideal untuk 4G minimal 15 MHz atau 20 MHz. Pasalnya, ketiga operator tersebut masih harus melayani pelanggan 2G di 900 MHz.

Sementara di spektrum 1.800 MHz, frekuensi yang tersedia mencapai 75 MHz, dimana Telkomsel menguasai 22,5 MHz, Indosat 20 MHz, XL 22,5 MHz, dan sisanya Tri dengan 10 MHz. Namun sayangnya, blok frekuensi itu terpisah-pisah alias tidak contiguous.

Pemerintah menggunakan alasan posisi yang tak ideal itu sebagai alasan belum dibukanya 4G di 1.800 MHz. Pemikiran pemerintah adalah jika frekuensi 1.800 MHz dinetralkan, akan semakin sulit menatanya ke depan. Padahal, frekuensi ini salah satu andalan untuk melayani pelanggan 2G di Indonesia.

sumber : detik.com

Twitter Buat Layanan Video Baru

Twitter berencana memasang fitur video pada linimasanya. Fitur ini akan memiliki durasi panjang, sekitar 10 menit, sehingga berbeda dengan video Vine yang selama ini sudah diterapkan. Desas-desus yang beredar mengungkap layanan video baru ini akan dipakai Twitter untuk menyaingi YouTube.

Seperti dikutip KompasTekno dari TechCrunch, Minggu (4/1/2015), Twitter sudah berniat mewujudkan layanan video baru sejak November lalu. Layanan video ini akan dibekali dengan kelebihan yang berbeda dibanding Vine, serta jenis video yang menggunakan Twitter Cards.

“Selain lebih mudah untuk menonton video melalui Twitter, Anda juga akan bisa merekam, mengedit serta membagikan video Anda langsung di Twitter,” ujar VP of Product Twitte Kevin Weil.

“Untuk mendampingi Vine yang menampilkan video singkat, kami pikir Anda akan senang membagikan peristiwa di kehidupan Anda menggunakan fitur video orisinil Twitter,” imbuhnya.

Detil-detil yang terungkap menyebutkan bahwa layanan Twitter Video ini tidak membatasi ukuran video yang diunggah. Format yang dapat digunakan adalah mp4 dan mov. Namun saat ini pengguna tidak dapat mengedit video di dalam player tersebut.

Hal menariknya adalah layanan ini hanya dapat dipakai untuk video yang ada dalam layanan Twitter. Sementara video dari YouTube dan layanan video lainnya tidak dapat diputar menggunakan Twitter Video.

Saat ini akses layanan video tersebut belum dibuka untuk umum. Hanya akun yang telah terverifikasi saja yang dapat meminta akses untuk mencobanya.

sumber : KOMPAS.com

Apa Kata Terpopuler di Internet 2014?

Kata terpopuler sepanjang 2014 ternyata bukanlah sebuah “kata”, melainkan emoji, tepatnya emoji berbentuk hati.

Hal ini diungkapkan oleh lembaga Global Language Monitor (GLM) berdasarkan hasil riset terhadap Twitter, Facebook, aneka blog, serta 250 ribu outlet berita di seluruh dunia selama 12 bulan terakhir.

“Emoji hati dan cinta, emoticon, dan berbagai variasinya muncul miliaran kali setiap harinya di seluruh dunia dalam berbagai bahasa dan budaya,” tulis GLM dalam laporannya, sebagaimana dikutip KompasTekno dari The Verge, Minggu (4/1/2014).

Emoji sendiri merupakan ideogram alias gambar atau icon digital kecil yang dipakai sebagai bagian dari teks untuk mengungkapkan perasaan penulisnya. Sejak muncul di Jepang menjelang akhir abad ke-20, penggunaan emoji telah meluas ke seluruh dunia.

“Ini merupakan kali pertama sebuah ideogram menjadi kata terpopuler di dunia,” tambah GLM.

Tahun lalu, kata terpopuler menurut riset GLM adalah “404” atau kode yang muncul ketika terjadi kesalahan loading laman internet. Kata terpopuler kedua dan ketiga masing-masing adalah “hashtag” dan “vape’.

GLM juga menyebutkan bahwa nama terpupuler sepanjang 2014 adalah “Ebola”, diikuti oleh “Pope Francis”.

sumber : KOMPAS.com

“Diharamkan” Steve Jobs, Dipatenkan Apple

Pendiri Apple, mendiang Steve Jobs, dikenal tak segan menyerang ide-ide teknologi yang kurang sesuai dengan pandangannya. Salah satu “korban” serangan Jobs adalah perangkat penunjuk stylus.

“Siapa yang mau pakai stylus? Stylus dipakai, disimpan, lalu hilang. Tak ada yang maustylus,” ucap Jobs ketika meluncurkan iPhone generasi pertama di konferensi Macworld, 2007 silam, seperti dikutip KompasTekno dari Business Insider, Rabu (10/12/2014).

Namun, setelah Jobs wafat, nyatanya minggu lalu Apple justru mengajukan paten untuk sebuah perangkat pointing device berbentuk stylus.

Hal tersebut diketahui dari dokumen Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat, bertanggal 4 Desember 2014.

USPTO
Ilustrasi stylus dalam dokumen paten yang diajukan Apple

Dalam dokumen tampak ilustrasi perangkat stylus yang bersangkutan. Konsep stylusApple sekilas terlihat sederhana, tak berbeda dengan alat-alat lain sejenisnya. Namun, tetap saja perangkat ini pernah “dibenci” oleh Jobs.

Meski sedang berusaha dipatenkan, stylus besutan Apple itu belum tentu terwujud dalam bentuk produk jadi. Belum jelas pula seperti apa skenario penggunaan stylus dalam bayangan Apple.

Boleh jadi alat ini akan dipakai menunjang produktivitas dengan gadget mobile, misalnya saat digunakan profesional atau murid di sekolah.

Apple bukan sekali ini saja melanggar “petuah” dari pendirinya. Jobs, misalnya, juga tak setuju dengan konsep tablet 7 inci dan smartphone layar lebar. Keduanya belakangan malah terwujud dalam bentuk iPad Mini serta duet iPhone 6 dan iPhone 6 Plus.

sumber : KOMPAS.com

Pemerintah Tetapkan Hari Tanpa Video Game

http://images.detik.com/content/2015/01/28/654/112147_akahh.jpg

Tokyo – Bagi sebagian orang, main video game mungkin jadi salah satu hal paling menyenangkan. Namun khususnya para siswa harap hati-hati, bila terlalu sering bermain maka nilai pelajaran jadi taruhannya. Inilah yang kemudian jadi perhatian pemerintah Jepang.

Guna mengantisipasi anjloknya nilai mata pelajaran para pelajar di Jepang, pemerintah kemudian menggelar program hari tanpa video game. Bukan skala nasional memang, sebatas di Perfektur Hokkaido.

Dikutip detikINET dari Ubergizmo, Rabu (28/1/2015), program tersebut akan dilaksanakan di Hokkaido selama dua hari setiap bulannya. Menurut pemerintah setempat, penurunan atau anjloknya nilai ujian para murid antara lain disebabkan karena mereka terlalu sering bermain video game.

Kesimpulan tersebut didapat setelah pemerintah menemukan beberapa fakta. Misalnya video game ternyata lebih sering dimainkan oleh remaja tanggung ketimbang orang yang beranjak dewasa.

Pada hari tanpa video game itu, anak-anak diharapkan tidak mengutak atik konsol tapi belajar atau bercengkrama bersama keluarga. Program akan mulai dilaksanakan pada minggu ketiga bulan Februari mendatang.
sumber : detik.com

Twitter Tambah Fitur Video dan Group Messaging

http://images.detik.com/content/2015/01/28/398/twittervideo.jpg

Jakarta – Twitter tak mau kalah dengan Facebook dan Instagram. Layanan mikroblogging ini kini memungkinkan pengguna membuat, mengedit dan berbagi video secara langsung. Selain itu, ada juga Group Messaging.

Dikatakan Product Director Twitter Jinen Kamdar, fungsi video di Twitter sebelumnya hanya tersedia bagi para pengiklan, akun Twitter public figure dan influencer. Mereka bisa mengupload video berdurasi 10 menit guna mendapatkan analisa dari follower.

“Cara itu sangat sukses. Kini kami menawarkannya untuk semua pengguna Twitter di mobile. Kami rasa ini adalah perubahan yang mendalam,” ujarnya seperti dikutip dari Sydney Morning Herald, Rabu (28/1/2015).

Kamdar juga menjelaskan kalau fungsi video yang baru ditambahkan ini berbeda dengan Vine, aplikasi berbagi video enam detik yang diakuisisi Twitter pada 2012.

“Vine sangat fokus pada durasi pendek. Ada begitu banyak tool kamera bagi para kreatornya. Untuk fitur video Twitter, lebih menekankan berbagi secara cepat dan instant video berdurasi 30 detik,” ujarnya.

Dikatakannya, belum ada rencana untuk mengintegrasikan Vine ke aplikasi video Twitter. Namun mereka bisa memposting video yang sama baik di akun Vine maupun Twitter di dalam aplikasi Vine.

“Saya rasa yang masuk akal adalah membiarkan kedua aplikasi ini tetap terpisah,” sebutnya.

Sama seperti di Vine, untuk membuat video Twitter, pengguna harus memilih fungsi kamera video, lalu menahan tombol record selama merekam dan melepaskannya ketika sudah selesai.

Untuk saat ini, Twitter video baru bisa dinikmati sebagian pengguna Twitter di iOS. Twitter berjanji akan memperluas ketersediannya, termasuk ke platorm lain seperti Android.

Selain fitur video, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, pengguna Twitter kini juga bisa mengirimkan private message hingga ke lebih dari 20 orang sekaligus, dengan Group Messaging.

sumber : detik.com

Wajib Bayar Royalti, Google Tutup Layanan Berita

 Google akan segera menghentikan layanan berita dalam bahasa Spanyol karena undang-undang baru bisa memaksa Google harus membayar ‘royalti’ kepada perusahaan media di negara tersebut.

Undang-undang hak atas kekayaan intelektual ini akan diberlakukan mulai bulan depan dan Google memutuskan untuk tidak meneruskan layanan berita dalam bahasa Spanyol pada 16 Desember ini.

Layanan Google News mengambil kutipan-kutipan berita dari media Spanyol dan raksasa pencarian online ini beralasan bahwa skema membayar kepada perusahaan media “tak bisa diterapkan atau dipertahankan”.

Direktur Berita Google, Richard Gingras, beralasan bahwa Google tidak memasang iklan di layanan berita ini dan karenanya tidak mendapatkan pemasukan.

Ia juga mengatakan perusahaan media bisa memilih untuk tidak dimasukkan ke Google News.

“Sebagian besar ingin dimasukkan ke Google News … layanan kami mendorong orang masuk ke situs mereka yang pada gilirannya bisa mendatangkan penerimaan dari iklan,” papar Gingras.

Undang-undang baru di Spanyol, biasa disebut “Google Tax”, tidak menjelaskan secara rinci berapa “royalti” yang harus dibayar Google.

Sudah sejak lama berbagai perusahaan media di sejumlah negara tidak setuju dengan Google News karena layanan ini dianggap melanggar hak cipta.

sumber : KOMPAS.com